Berita Terbaru
Kunjungan MRCPP ke Satelit Sriti
Postdoctoral Fellowship is offered by Alexander von Humboldt Foundation
MRCPP Berjaya di Lomba Poster pada National Conference on Technopreneur Day 2010
Formulir Pendaftaran HP2I
Kerjasama Penelitian dengan Mahasiswa Program Doktor Universitas Brawijaya
Peluang Kerjasama Penelitian dengan Renmin University of China
Kunjungan Prof. Riono dari The University of Western Australia
Latar Belakang
Terletak di kawasan tropis, dengan jumlah 18000 pulau dan panjang wilayah pesisir mencapai 81000 km serta memiliki habitat alam yang beraneka membuat Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan biodiversitas, baik daratan maupun laut, terbesar kedua di dunia. Dari segi tumbuhan tingkat tinggi, jenis flora di Indonesia merefleksikan campuran (intermingling) spesies Asia, Australia maupun lokal. Ada lebih dari sekitar 28000 spesies tumbuhan fotoautorof tingkat tinggi di darat. Sementara di laut ada cukup organisme fotoautotrof tingkat rendah yang mampu mencukupi kebutuhan makanan ikan hingga 6,6 juta ton p.a.
Klorofil dan karotenoid merupakan metabolit sekunder yang terkandung dengan jumlah yang sangat besar dalam organisme fotoautotrof. Dalam antena penangkap cahaya, fungsi utama dari klorofil adalah pigmen penangkap energi gelombang elektromagnetik dari matahari dan mentransfer energinya ke pusat reaksi di fotosistem. Energi tersebut dimanfaatkan untuk memicu gradien proton melalui membran sitoplasma yang kemudian menggenerasi ATPsynthase dan Ferodoxin-NADP-reduktase untuk memproduksi adenosin-tri-fosfat (ATP) dan nikoninamid-adenin-dinukleotida-fosfat tereduksi (NADPH) yang adalah salah satu bahan bakar utama dalam metabolisme kehidupan. Sedangkan karotenoid memberikan fungsi sebagai antioksidan dan proteksi terhadap senyawa radikal yang berbahaya selama proses reaksi cahaya dalam proses fotosintesis.
Selain fungsinya yang utama dalam proses fotosintesis, akhir-akhir ini penelitian dasar maupun terapan menunjukkan bahwa klorofil juga dapat difungsikan di bidang kesehatan sebagai pembersih, regenerasi sel, regulator, antioksidan dan penambah darah. Terlebih lagi klorofil dapat dimanfaatkan sebagai sensitizer dalam terapi fotodinamika tumor dan kanker. Sedangkan karotenoid telah dikenal sebagai antioksidan dan antikanker. Potensinya sebagai provitamin A untuk mengatasi dampak KVA (kekurangan vitamin A) pada balita adalah salah satu contoh aplikatif pemanfaatan karotenoid yang kontekstual di Indonesia. Dibidang energi, struktur, organisasi dan fungsi klorofil dan karotenoid dalam antena penangkap cahaya menjadi cetak biru dalam pengembangan nano-device solar sel yang efisien guna mengatasi permasalahan global kekurangan energi dan bahan bakar yang diperkirakan melanda dalam kurun waktu 500 tahun ke depan.
Baik penelitian dasar maupun aplikatif sangat diperlukan guna mengoptimalkan pemanfaatan klorofil dan karotenoid. Universitas Ma Chung terbeban menjadikan penelitian pigmen alami, khususnya klorofil dan karotenoid, sebagai salah satu ujung tombak pengembangan sains di universitas. Didukung fasilitas laboratorium yang lengkap dan modern, dan adanya kerjasama penelitian dengan instansi dalam dan luar negeri menjadikan pusat penelitian Universitas Machung melangkah percaya dalam berkontribusi di bidang sains. Oleh karena itu Ma Chung Research Center for Photosynthetic Pigments (MRCPP) hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi yaitu melalui aplikasi sains dan teknologi pigmen. Belum adanya pusat penelitian yang berfokus pada pigmen alami di tanah air juga menjadi alasan kuat didirikannya MRCPP guna mengeksplorasi dan memanfaatkan kekayaan alami pigmen klorofil dan karotenoid agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
