|
I
Hari, tanggal : Jumat, 30 Oktober 2009 Tema : Acara Penyambutan & Pembukaan Chinese Corner Tempat : Li Zheng Dao Theater Room
Aktivitas : Acara ini dibuka oleh Caroline Cong, Pembina Chinese Corner dengan sambutan pembukaan. Setelah itu disambung dengan sambutan-sambutan dari para pemimpin Chinese Corner, dan diikuti oleh acara-acara menarik lainnya. Penampilan pertama adalah Aerobik oleh para dosen Tionghwa. Mereka menyuguhkan tarian yang sangat atraktif dan direspon dengan sangat positif oleh para mahasiswa. Dalam pertemuan pertama ini, disuguhkan pula berbagai makanan ringan agar para peserta dapat lebih menikmati acara. Acara dilanjutkan dengan penampilan dari Umi Habibah dan Wishnu – mahasiswa Program Studi 2008. Mereka membacakan sebuah puisi dengan baik dan indah. Kemudian ditampilkan duet dari Bagus dan Sandra yang menyanyikan “Endless Love” (OST. The Myth), dan dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Wulan – mahasiswa semester 1 Program Studi Manajemen. Caroline Cong juga menampilkan nyanyian dan pembacaan puisi modern Tiongkok. Setelah itu, acara disambung dengan penampilan dari Bagus dan Anita yang menyanyikan sebuah nyanyian yatim piatu, dan disambung dengan penampilan solo dari Anita. Acara ditutup dengan sepatah-dua patah kata dari para dosen dan pimpinan Chinese Corner.
II Hari, tanggal : Jumat, 6 November 2009 Tema : “All About China” Aktivitas : Ini adalah pertemuan kedua dari Chinese Corner dengan tema “All About China”. Dalam pertemuan kali ini, para mahasiswa menyaksikan video mengenai kebudayaan Tiongkok seperti adat, kuliner, tari-tarian, turisme, Wushu, dan lain sebagainya. Para mahasiswa sangat mengagumi kebesaran budaya Tiongkok karena keunikannya. Dengan menyaksikan video ini, para mahasiswa semakin terbuka wawasannya, dan mereka sangat terbantu untuk memahami budaya Tiongkok. Setelah menyaksikan video, para mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok kecil dan mendiskusikan kesan masing-masing mengenai kebudayaan Tiongkok, sembari menjalin persahabatan satu dengan yang lain. Para mahasiswa juga mempelajari berbagai macam kosakata baru, dimana kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Tionghwa, serta menambah wawasan mahasiswa mengenai Tiongkok.
III Hari, tanggal : Jumat, 20 November 2009 Tema : “Puisi Tiongkok” Tempat : Li Zheng Dao Theater Room Aktivitas : Ada dua topik untuk pertemuan ini. Yang pertama adalah mengenai puisi, dan yang kedua adalah mengenai kampung halaman. Ms. Cong Ye, dosen Bahasa Tionghwa memperkenalkan informasi umum mengenai Puisi Tiongkok dan Li Bái, salah satu penyair terkenal pada masa Tiongkok kuno. Para mahasiswa diperkenalkan dengan salah satu puisinya yang terkenal yaitu “Jìng yè sī”. Dengan bantuan dari beberapa dosen Bahasa Tionghwa, para mahasiswa mencoba untuk melafalkan bait-bait puisi tersebut bersama-sama. Untuk mempermudah para mahasiswa, Ms. Cong Ye memperdengarkan rekaman pembacaan puisi.
Setelah itu, para mahasiswa mendiskusikan mengenai kampung halaman masing-masing. Pertama-tama, dosen memberikan beberapa contoh struktur kalimat di layar, kemudian membantu para mahasiswa untuk berlatih, lalu masing-masing mahasiswa menceritakan mengenai kampung halamannya di depan semua yang hadir dalam Bahasa Tionghwa. Para mahasiswa mendiskusikan banyak hal, antara lain lokasi kampung halaman, alasan mereka menyukai kampung halamannmya, apa yang terkenal dari kampung halaman mereka, dan apa yang telah kita dapatkan dari kampung halaman kita.
IV Hari, tanggal : Jumat, 4 Desember 2009 Tema : Kartun Tiongkok Tempat : Li Zheng Dao Theater Room Aktivitas : Jumat, 4 Desember 2009 adalah pertemuan Chinese Corner yang keempat. Para mahasiswa kembali menyaksikan video mengenai kebudayaan Tiongkok, kuliner, zodiac, kungfu, dan lain sebagainya. Para mahasiswa sangat terkesan dengan video ini. Setelah itu, mereka menyaksikan video lainnya mengenai kartun Tiongkok berjudul “Dòng Hua Piàn” yang disajikan dalam bahasa Tionghwa, lalu para dosen meminta para mahasiswa untuk menceritakan kembali kartun tersebut. Masing-masing mahasiswa berusaha keras untuk mengingat jalan cerita, juga berbagai macam kosakata baru yang ada dalam kartun tersebut. Tentu saja hal itu merupakan hal yang sangat sulit dilakukan, mengingat itu adalah pertama kalinya mereka diminta untuk menceritakan kembali sebuah cerita dalam bahasa Tionghwa. Meskipun mereka merasa sangat gugup pada saat menceritakan kembali, tapi para mahasiswa merasakan bahwa kegiatan tersebut sangat berguna untuk membantu mereka meningkatkan kemampuan berbahasa Tionghwa.
|