Bahasa Indonesia  |   English    |  中文

Pencarian

random10.jpg
My Thoughts for Nation
Di Doa Ibuku, Namaku Disebut PDF Print E-mail
Irawan2Andaikan saja saya bisa memiliih saat akan dilahirkan di muka bumi, tentunya saya tidak mau dilahirkan di tengah keluarga saya, apalagi khususnya memiliki ibu yang telah dipilihNya untuk melahirkan saya. Tetapi, rencana Tuhan memang penuh rahasia dan tak seorangpun mampu memahami. Dia tahu yang terbaik untuk setiap umatNya.

Perjalanan hidup saya dengan mama - demikian saya memanggil ibu saya - penuh dinamika. Seorang perempuan yang telah ditempa oleh kerasnya hidup membuat dia pantang menyerah dalam menghadapi segala rintangan. Keadaan finansial keluarga kami yang sangat pas-pasan membuat mama juga harus bekerja untuk menopang kehidupan rumah tangga. Kondisi ini jugalah yang membuat mama juga mendidik saya dengan penuh dispilin.

Saya memang anak yang badung, tidak mudah membuat saya untuk mengikuti ajaran dan didikan mama sehingga seringkali mama mendisplin saya dengan rotan atau kemoceng. Pada saat hajaran itu diberikan, rasanya sakit sekali. Saya sempat membencinya dan bertanya-tanya kenapa Tuhan memberikan mama yang kejam dan sadis, seolah-olah saya bukan anak kandungnya?

Namun, seiring saya beranjak dewasa, mau tidak mau, saya mulai mensyukuri satu per satu didikan yang diberikan mama. Saya bisa menjalani perkuliahan sambil bekerja, salah satunya adalah karena karunia Tuhan dan  didikan mama untuk tekun dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.

Pernah saya berkeluh kesah pada mama tentang masalah perkuliahan dan pekerjaan, mama memberikan wejangan-wejangan yang dibungkus dengan gaya omelannya yang khas. Tentu saja, saya semakin sebal karena saya sedang tidak ingin diperlaukan seperti itu. Tapi, diam – diam saya renungkan semua omelan-omelan itu menjelangtidur. Esok harinya, saya penasaran untuk menerapkannya dan ternyata berhasil. Mamaku hebat! Walaupun dia hanya lulusan SLTA tapi wejangan-wejangannya tetap up to date sampai jaman internet ini. Ya itulah kasih sayang seorang mama, di dalam omelanpun selalu ada kasih yang memampukan anaknya untuk menjalani hidup.

Hal yang tak pernah terlupakan dalam hidup bersama mama adalah ketika dia berdoa untuk saya. Waktu itu saya benar-benar menghadapi ketakutan yang luar biasa. Karena kesibukan dalam bekerja, saya terlupakan untuk menyelesaikan studi yang tinggal hanya menyusun tugas akhir. Sampai akhirnya di suatu malam tahun baru, mama mengajak saya berbicara dari hati ke hati. Topiknya membuat saya alergi, menghimbau untuk menyelesaikan tugas akhir. Anehnya, kali ini mama bertutur dengan cara yang lembut dan sabar. Mama mengatakan” kalau kamu selesaikan kuliahmu, tentunya kamu bisa mengalami perbaikan nasib. Buat apa kuliah susah-susah  terus tidak diselesaikan dan hanya memiliki ijazah SMA”. Perkataan ini membuat saya merenung sepanjang malam. Saya tahu, salah satu cita-cita mama adalah bisa melihat anak-anaknya memiliki pendidikan yang tinggi, lebih dari sekedar memiliki gelar saja. Dengan niat tulus ingin membahagiakan mama, sayapun membulatkan tekad untuk menyelesaikan tugas akhir dan mengundurkan diri dari pekerjaan supaya saya bisa berkonsentrasi dalam pengerjaan tugas akhir.

Berita buruk datang dari seorang teman seperjuangan di kampus, bahwa angkatan kami yang tersisa harus terancam “ditendang” atau diputihkan. Saya takut sekali mendengar kabar ini. Kalau sampai hal ini terjadi, perjuangan saya untuk menyelesaikan tugas akhir akan semakin panjang.

Akhirnya, pagi itu, saya bangun dengan mata berat karena susah tidur semalaman. Saya takut membayangkan tidak diberi kesempatan terakhir untuk menyelesaikan tugas akhir. Terlebih itu, saya akan gagal membahagaikan mama.

Sebelum akhirnya saya berangkat ke kampus, tiba-tiba saya mendapat ide untuk meminta mama mendoakan saya. Pernah ada sebuah lagu yang berjudul, “Di Doa Ibuku, Namaku Disebut”. Saya percaya, sebagai orang tua yang diberi kuasa oleh Tuhan, doa seorang ibu akan sangat berkuasa mengubah hidup anak-anaknya. Dengan tekad yang sudah dibulatkan, saya banting ego saya keras-keras ke tanah dan memutuskan untuk benar-benar memohon doa restu mama untuk berjibaku ke kampus.

Rasanya berat sekali mau berbicara dengan mama. Kami tidak terbiasa membicarakan perasaan kami masing-masing. Waktu itu, mama sedang berbaring di depan TV, beristirahat karena kelelahan setelah memasak menu sarapan sekeluarga dan menjemur pakaian. Saya kumpulkan segenapa keberanian untuk menghampirinya dan mengutarakan semua ketakutan yang saya alami. Dengan santainya mama berkata” ya udah, cepetan berangkat, mama pasti berdoa buatmu”.  Saya pun berangkat ke kampus dengan hati yang agak tenang.

Ajaib! Setelah sampai di kampus, segala persoalan yang tadinya mustahil ada jalan keluarnya mulai terpecahkan satu per satu. Kepala BAAK kampus yang konon suka mempersulit mahasiswa yang molor masa studinya, ternyata bisa memiliki pengertian dan megijinkan saya untuk memperpanjang masa studi 1 semester. Urusan administrasi dengan pihak fakultas pun menjadi lancar. Saya hanya bisa tercengang dengan segala jalan keluar yang diberikanNya. Saya percaya, Tuhan bekerja melalui doa mama. Mujizat terjadi dengan indahnya sampai saya selesai menempuh ujian sidang dan mendapatkan pekerjaan baru pada tanggal 1 Mei bertepatan dengan ulang tahun mama.

Sekarang, saya tahu mengapa mama mendidik saya penuh disiplin. Bukan karena dia tidak mengasihi saya! Tapi justru dia ingin melihat saya berhasil dalam hidup dan tidak menjadi orang yang tertindas. Entah apa yang terjadi kalau seandainya saya tidak memiliki mama saya, tentunya kehidupan saya akan sangat jauh berbeda dan belum tentu akan lebih baik. Ya, itulah rahasia Tuhan dan Dia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan untuk semua umatNya.

Walaupun sekarang saya tidak tinggal serumah dengan mama, namun didikan dan teladan mama selalu saya ingat. Apabila saya mengahadapi tantangan dalam pekerjaan, saya tidak sungkan lagi meminta dukungan doa darinya. Setiap selesai bercakap-cakap di telepon, mama selalu berkata “Tuhan Memberkati” dan itu saja sudah cukup untuk menjadi sumber kekuatan dalam hidup, doa seorang mama.
 
Penulis : Irawadhi Irawan
 
Perempuan Pejuang PDF Print E-mail
UmiHabibahNenek saya adalah perempuan paling kuat yang pernah saya tahu. Pada masa hidupnya ia telah mengalami nyaris semua derita kehidupan. Ia adalah potret mayoritas rakyat kecil Indonesia; miskin, tidak berpendidikan, dan teraniaya.

Nenek dilahirkan dalam kondisi yang tidak menguntungkan di sebuah desa kecil di Kediri. Sejak masa kanak-kanak ia telah ditinggal oleh kedua orangtuanya dan hanya hidup bersama neneknya. Nenek hanya mengenyam sedikit pendidikan dasar. Dikejar oleh kerasnya hidup, sejak kecil ia harus bekerja sendiri. Seperti pada umumnya gadis-gadis di masa lalu, ia diharuskan menikah dalam usia yang masih sangat muda. Namun dia lari dari suami pertamanya—dan juga dari suami keduanya.

Pada usia 20, ia bertemu kakek saya, seorang duda berusia 60, saat bekerja di rumahnya. Dari sekian banyak derita kehidupan yang ia hadapi, rasanya hanya ada sedikit kebahagiaan yang ia alami, salah satunya saat menikah dengan kakek saya.

Namun kebahagiaan itu juga tidak berlangsung lama. Lima tahun kemudian, Kakek meninggal. Dalam usia 25 tahun, nenek saya telah menjadi janda 3 kali dan harus menanggung hidup 3 orang anak sendirian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seorang perempuan muda yang tidak lulus SD harus berjuang menghidupi 3 anak kecil. Pada saat itu Nenek tidak mempunyai siapa-siapa sebagai tempat bergantung. Ia hanya berpegang kepada Tuhan. Meskipun tidak pintar, ia adalah seorang yang sangat religius.

Nenek tidak mau menikah dengan laki-laki lain karena takut anaknya disakiti dan harta warisan anaknya dirampas. Ia memang tidak pintar namun ia tidak mau dibodohi. Ia memutuskan berjuang sendirian tanpa bantuan siapa-siapa. Dengan pendidikannya yang rendah, ia hanya mampu mencari nafkah dengan “ngasak” (mencari padi sisa panen di sawah). Ajaib sekali, hasil ngasak itu mampu menyekolahkan ibu dan paman saya hingga lulus SMA.

Untungnya kehidupannya berangsur membaik setelah ibu saya menikah dan paman saya bekerja. Kesuksesan Paman mampu membuatnya mengecap mimpi-mimpinya.

Dari Nenek saya belajar banyak tentang kekuatan seorang perempuan. Saya belajar bahwa seorang perempuan pejuang tidak selalu berdiri di barisan demonstran paling depan meneriakkan kata “emansipasi”. Perempuan pejuang juga tidak selalu duduk di parlemen menuntut kuota wanita politisi. Perempuan pejuang yang sesungguhnya bertebaran di mana-mana; para ibu, para nenek, para perempuan yang berjuang sekuat tenaga menghidupi keluarga.

Tiga bulan yang lalu perempuan tangguh itu sudah pergi meninggalkan dunia. Saya berharap kekuatan dan ketegarannya mampu menjadi pelajaran bagi anak cucunya...
 
Perempuan, Empu Kehidupan dan Peradaban PDF Print E-mail

AdIrawana yang perlu diubah dalam cara berpikir dalam memandang perempuan sebagai mahkluk yang lemah, tidak mampu membela dirinya sendiri dan selalu tertindas. Bila kita melihat perubahan – perubahan yang membawa dampak besar di suatu negara, ternyata perempuan memiliki peranan yang cukup penting untuk mengubah situasi terpuruk menjadi berangsur membaik dan bahkan menyelamatkan negara dari situasi krisis yang berkelanjutan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel tampil sebagai perdana menteri yang cemerlang karena mampu memimpin Jerman keluar dari krisis dan menyediakan lapangan kerja baru bagi warga Jerman. Dari tanah air, Sri Mulyani , menggiring bangsa Indonesia keluar dari krisis. Walaupun keputusannya ternyata dianggap hal yang kontroversial hingga menjadi polemik nasional, namun tidak dapat dipungkiri, pertumbuhan ekonomi nasional mengalami pertumbuhan dibawah kendali perempuan yang menjabat menteri keuangan selama dua periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kata perempuan berasal dari kata empu,  berarti 'tuan', 'orang yang mahir/berkuasa', atau pun 'kepala', 'hulu', atau 'yang paling besar'. Tidak berlebihan  apabila perempuan adalah orang yang mahir dalam mencetak generasi penerus dan sekaligus berkuasa menentukan perubahan jaman. Generasi penerus yang lahir perlu sentuhan perempuan dalam pencapaian keunggulan peradaban.

Di edisi April 2010, MTFN menampilkan kisah – kisah inspiratif tentang perempuan memberikan nuansa pada umat manusia. Sosok perempuan yang ditampilkan benar – benar perempuan yang memberikan pembelajaran dan falsafah hidup yang  hanya didapatkan di sekolah kehidupan.

Tentu saja, sosok perempuan yang akan ditampilkan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Nenek, Ibu, saudara perempuan dan teman-teman perempuan yang selama ini mungkin sosok yang terlupakan dalam kancah kehidupan tapi tanpa kontribusinya, tidak akan ada pencapaian dalam hidup ini.

 
Menjalankan Pola Hidup Sehat melalui Metode Food Combining PDF Print E-mail

MutiaraKesehatan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan setiap orang. Kesehatan jasmani memiliki pengaruh yang besar terhadap produktivitas seseorang. Salah satu cara untuk membiasakan pola hidup sehat adalah melalui metode Food Combining. Metode ini dipopulerkan oleh seorang ahli bedah terkenal dari Amerika, Dr. William Howard Hay pada tahun 1920-an. Dengan melakukan Food Combining selama 3 bulan, ia berhasil terbebas dari berbagai jenis penyakit kronis yang dideritanya selama bertahun-tahun.
 
Pada dasarnya, Food Combining tetap mempertahankan pola makan seimbang empat sehat lima sempurna, hanya saja food combing sangat memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia yang terbagi menjadi tiga yaitu pencernaan, penyerapan serta pembuangan. Masing-masing dari siklus ini terjadi setiap hari dalam rentang waktu yang berbeda, yakni pagi, siang dan malam. Di samping itu, Food Combining sangat memperhatikan sifat asam-basa makanan, dengan demikian ada jenis-jenis makanan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi dalam waktu yang berdekatan.

Menurut metode Food Combining, kesehatan tubuh akan tetap terjaga jika pH jaringan dan pH darah bersifat netral cenderung basa. Untuk mempertahankan kondisi tersebut, kita harus bisa mengkombinasikan antara makanan pembentuk asam dan makanan pembentuk basa. Untuk memperoleh kombinasi makanan serasi, secara gampang kita dapat berpedoman pada pola kombinasi asam-basa berupa makanan sumber karbohidrat dengan sayuran atau makanan sumber protein dengan sayuran, serta banyak mengkonsumsi buah-buahan selama periode pembuangan (pukul 04.00 – 12.00).

Adapun susunan menu  dasar food  combining adalah sebagai berikut:
Makan pagi         : Buah
Kudapan pagi     : Buah
Makan siang       : Menu protein (hewani), misalnya : ayam/daging/ikan/telur + sayuran + tempe-tahu
Kudapan sore     : Sayuran / buah / karbohidrat
Makan malam     : Menu karbohidrat, misalnya : nasi/beras merah + lauk nabati (termasuk tempe-tahu) + sayuran

Intinya, komposisi menu dasar Food Combining dalam sehari:
  • 1 menu protein + sayuran
  • 1 menu zat pati + sayuran
  • 1 menu buah-buahan

Saya mengenal program Food Combining ini dari ayah saya. Sudah sejak sekitar tiga tahun yang lalu, beliau menjalankan pola hidup Food Combining sekaligus mengajak saya untuk turut mengikutinya. Karena beliau menetap di Jakarta sedangkan saya di Malang, saat itu saya tidak dengan mudahnya terpengaruh untuk mengikuti anjuran beliau atau mengamatinya secara langsung. Saat itu saya hanya mendengar beliau bercerita dengan semangat bahwa setiap hari, sarapan paginya hanya terdiri dari sepiring penuh potongan berbagai buah-buahan serta makan siang berupa kombinasi karbohidrat dan sayuran. Dengan pola makan seperti itu, beliau merasakan perubahan yang sangat pesat dalam hal peningkatan kesehatan dan daya tahan tubuhnya. Berbeda dengan sebelumnya, setelah menjalani program ini, ayah saya menjadi sangat jarang terserang penyakit serta bisa menjalani hari-harinya dengan tubuh yang lebih sehat, bugar, dan bersemangat.

Setelah beberapa tahun mengamati hasil yang diperoleh ayah saya dan orang-orang lain yang juga mengikuti pola Food Combining, sejak lima bulan terakhir, saya mencoba untuk turut menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Meski belum menerapkan secara total dan menyeluruh, saya mencoba untuk secara rutin menyantap berbagai macam buah-buahan sebagai sarapan pagi, serta menjaga pola makan siang dan malam sebagaimana yang dianjurkan sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan lebih efektif. Awalnya memng terasa sulit dan cukup berat, akan tetapi dengan adanya dorongan yang kuat untuk berubah, saya mencoba untuk menjalaninya sebagai sebuah pola hidup yang menyenangkan. Setiap akhir pekan, saya mengisi kulkas dengan berbagai jenis buah-buahan. Hanya dengan menghabiskan dana yang tidak jauh berbeda dengan pembelian sarapan pagi, saya bisa menikmati menu sarapan yang jauh lebih sehat setiap hari. Beberapa minggu setelah melaksanakan pola tersebut, saya merasakan terjadinya cukup banyak perubahan dalam hal peningkatan kesehatan saya, diantaranya daya tahan tubuh bertambah, wajah lebih segar, berat badan menuju ideal, tidak mudah merasa lelah dan lesu, serta berbagai dampak positif lainnya.

Sebenarnya dengan menerapkan Food Combining, kita berusaha menjaga agar sistem pencernaan tubuh dapat bekerja dengan maksimal. Dengan demikian, proses penyerapan gizi dan pembuangan racun tubuh akan berjalan dengan lancar. Tidak mengherankan apabila beberapa saat setelah menerapkan metode ini, kita akan memiliki tubuh yang lebih sehat dan lebih tahan terhadap penyakit.

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 5 of 10